Bikin Ngeri! Niels Hoegel, Perawat Pembunuh 200 Pasien demi Kepuasan Pribadi

Source: www.originalsinunleashed.blogspot.com

Niels Hoegel, tercatat sebagai pembunug dengan korban sebanyak sepanjang sejarah pasca perang Jerman.

 

Udah ada yang pernah dengar tentang pembunuhan berantai yang dilakukan seorang perawat di Jerman? Kasus ini sempat menghebohkan dunia karena ini merupakan kasus pembunuhan dengan korban terbanyak sepanjang sejarah pasca perang Jerman.

Seorang mantan perawat yang berumur 41 tahun, Niels Hoegel, telah menghabiskan hampir satu dekade di penjara karena menghilangkan 2 nyawa pasien. Pada Selasa, 30 Oktober 2018, Hoegel kembali diadili dengan tuduhan membunuh 100 pasien lainnya. Saat persidangan dibuka di kota utara Oldenburg, hakim ketua, Sebastian Buehrmann, bertanya apakah tuduhan terhadapnya benar. Hoegel menjawab "ya".

Source: www.thenational.scot

setidaknya 36 orang tewas di sebuah rumah sakit di Oldenburg tempat Niels Hoegel bekerja.

Ketika persidangan dimulai, Buehrmann mengatakan tujuan utama persidangan adalah untuk menetapkan ruang lingkup pembunuhan yang dibiarkan gak diperiksa selama bertahun-tahun di dua rumah sakit Jerman.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mempelajari kebenaran," katanya. "Ini seperti sebuah rumah dengan ruangan gelap - kami ingin membawa cahaya ke kegelapan," ungkapnya dalam persidangan.

Setelah mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban, jaksa penuntut umum Daniela Schiereck-Bohlmann membacakan nama setiap pasien yang meninggal dan tuduhan terhadap terdakwa. Sedangkan Hoegel hanya mendengarkan tanpa berekspresi dan kepala menunduk.

Source: www.themalaysianinsight.com

Niels Hoegel tertangkap pada tahun 2005 saat menyuntik seorang pasien di Delmenhorst dengan obat yang gak diresepkan.

Jaksa mengatakan setidaknya 36 orang tewas di sebuah rumah sakit di Oldenburg tempat dia bekerja, dan sekitar 64 orang lagi di klinik di dekat Delmenhorst, antara tahun 2000 dan 2005. Lebih dari 130 mayat pasien yang meninggal di tangan Hoegel telah digali. Para penyelidik telah mengatakan bahwa kasus ini "belum pernah terjadi di Jerman". Tampaknya, pilihan korban dibuat Hoegel secara acak dengan rentang usia 34 tahun sampai 96 tahun.

Baca Juga: Ada Penunggu Di Bangunan Baru Sekolahku

 

Salah satu dari lebih dari 100 penggugat dalam persidangan, Christian Marbach, mengatakan itu adalah skandal, bahwa Hoegel telah diizinkan untuk membunuh dengan kekebalan hukum begitu lama tanpa otoritas rumah sakit atau penegakan hukum yang mengintervensi.

“Mereka memiliki semua yang mereka butuhkan (untuk menghentikannya) - Anda tidak harus menjadi Sherlock Holmes,” kata Marbach, cucu dari salah satu pasien.

Hoegel tertangkap pada tahun 2005 saat menyuntik seorang pasien di Delmenhorst dengan obat yang gak diresepkan. Dia dijatuhi hukuman pada 2008 sampai tujuh tahun penjara karena percobaan pembunuhan. Pada tahun 2015, atas desakan keluarga korban lainnya, maka Hoegel kembali disidang dan dia dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan percobaan pembunuhan lima korban lainnya dan diberi hukuman sampai 15 tahun.

Source: www.scmp.com

Jaksa mengatakan alasan Hoegel melakukan hal kejam ini adalah karena dia termotivasi untuk memamerkan keahliannya dalam menyelamatkan nyawa, dan mungkin aja karena dia merasa bosan

Saat itulah Hoegel mengaku pada psikiaternya tentang setidaknya 30 pembunuhan lagi yang dia lakukan di Delmenhorst. Itu mendorong para peneliti untuk melihat lebih dekat pada kematian yang mencurigakan di Oldenburg. Para penyelidik mengatakan jumlah korban terakhir bisa lebih dari 200 orang tapi mereka mungkin ragu-ragu karena kemungkinan gak akan pernah tahu pasti sebab banyak korban udah dikremasi.

Baca Juga: Udah Kenal Wagini, Si Genderuwo Paling Ganteng?

 

Hoegel tampaknya telah mengikuti prosedur yang sama pada semua pasiennya, pertama menyuntikkan obat yang memicu serangan jantung, diikuti oleh upaya resusitasi atau menghidupkan mereka kembali. Sayangnya usaha resusisati yang dilakukan seringnya sia-sia.

Jaksa mengatakan alasan Hoegel melakukan hal kejam ini adalah karena dia termotivasi untuk memamerkan keahliannya dalam menyelamatkan nyawa, dan mungkin aja karena dia merasa bosan. Menurut Psikolog yang menangani Heogel, Hoegel gak pernah bermaksud untuk membunuh, dia hanya merasa puas saat dia berhasil menghidupkan kembali seorang pasien. Tapi, ngerinya, rasa puas itu gak akan bertahan lama, dan Hoegel akan mengulangi perbuatannya untuk kembali memuaskan diri sendiri. kata psikolog tersebut, “Baginya, itu seperti obat.”

Baca Juga: Kisah Nyata: Naik Motor Bareng Hantu Marni

 

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...