World Health Organization atau disingkat WHO menyatakan, Lebih dari 1 miliar orang bisa kehilangan pendengaran akibar suara musik keras, yang di dengarkan melalui perangkat audio jarak dekat.

Musik memang jauh lebih asik jika di dengarkan dengan dengan suara menggelegar. Suasana hati bisa juga berubah dengan bantuan musik ber-beat cepat. Namun sayangnya tidak selamanya kesenangan yang kamu nikmati dari musik bisa terus dirasakan, sebab jenis perangkat audio yang kalian gunakan ternyata bisa mengancam saraf pendengaran loh guy’s. Begini penjelasannya…

Baca Juga: Buat Kamu Yang Stres: Hati-Hati Pikiran Memengaruhi Penyakit!

Bantalan speaker dari headset Kamu menimbulkan peradangan kulit dan menyebabkan kerusakan pada saluran telinga luar, serta menciptakan suasana lembap sebagai tempat kembang biak yang sempurna bagi jamur dan bakteri. Lingkungan dalam telinga yang panas dan lembap yang diperparah oleh pemakaian headset menyebabkan “residen organisme dari lapisan kulit lebih dalam serta keringat dan kelenjar minyak” berkumpul di tempat terbuka. Selain itu, setiap kali Kamu memasukkan earphone ke telinga Kamu, Kamu mendorong sesuatu ke telinga Kamu. Kebiasaan ini sekaligus mendorong lilin yang sudah di telinga Kamu terdorong lebih dalam lagi, sehingga segala sesuatu yang masuk ke dalam telinga Kamu tetap terjebak di dalam dan menyebabkan penumpukan kotoran telinga di saluran telinga Kamu.

Kotoran telinga menghalangi kotoran, debu, dan partikel kecil masuk ke bagian terdalam telinga akan mendorong mereka kembali keluar dari liang telinga. Penggunaan headset yang salah (terlalu lama, terlalu masuk ke dalam) dapat memblokir proses ini dan akibatnya menyebabkan pengerasan kotoran telinga. Penumpukan kotoran telinga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan bahkan menyakitkan. Hal ini juga akan mencegah suara mencapai gendang telinga. Kamu bisa kehilangan pendengaran (sementara atau bahkan permanen) jika penumpukan kotoran telinga begitu besar sehingga benar-benar menutupi saluran telinga.

Baca Juga: Maladaptive Daydreaming, Kecanduan Melamun Yang Berbahaya Bagi Psikis Manusia.

Gangguan pendengaranSource: www.pusatalatbantudengar.com
Bantalan speaker dari headset kamu menimbulkan peradangan kulit dan menyebabkan kerusakan pada saluran telinga luar.

Maka dari itu, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) menghimbau hal tersebut lebih besar lagi, mengingat resiko yang bisa di derita tiap manusia didunia. Kedua organisasi tersebut pun meluncurkan standar internasional baru untuk membuat telepon pintar dan perangkat lain lebih aman didengarkan.

Standar yang dikemukakan oleh WHO adalah berupa rekomendasi utama dalam mendengarkan musik dengan aman, seperti memiliki perangkat lunak pada perangkat audio yang dilengkapi peringatan atau pengukuran berapa lama dan seberapa keras audio yang dikeluarkan. Jadi, mereka menghimbau system dalam pengukuran volume otomatis pada telepon cerdas dan perangkat pemutar music lainnya untuk di aktifkan, serta bagi anak-anak di bawah umur dirahapkan tetap dapat pengawasan oleh orang tua.

Baca Juga: Benarkah Telur Membahayakan Jantung? Temukan Jawabannya di Sini!

Badan PBB juga berharap pemerintah serta pengguna perangkat cerdas akan melaksanakan standar yang di tetapkan, karna gangguan pendengaran yang melumpuhkan akan meningkat secara drastis setiap tahunnya hingga tahun mendatang.

Hingga saat ini, sekitar 466 juta orang mengalami cacat pendengaran. Sebagian besar berada di negara berpengahasilan rendah dan menengah. Angka ini masih akan terus bertambah, menjadi 900 juta orang pada tahun 2050.