Awas! Hindari 7 Binatang Berbahaya Ini Saat Travelling

Source: https://www.youtube.com/watch?v=q8MIQguxhFs

Saat travelling ke tempat asing, ada banyak hal yang gak kita ketahui. Beberapa diantaranya mungkin membahayakan keselamatan lho. Seperti di bawah ini, ada daftar 7 binatang berbahaya yang sebisa mungkin dihindari saat travelling. Simak yuk!

 

1. Kerbau Afrika (Afrika)

Source: https://unsplash.com/@hansveth

Tersebar luas di Afrika Barat, Sub-Sahara, dan Afrika Selatan, kerbau Afrika gak bisa digabung dengan sapi domestik yang udah jinak. Berat kerbau Afrika bisa mencapai 600 sampai 2.200 pound. Mereka biasanya akan datang berbondong-bondong saat salah satu anggota kawanannya terancam. Mereka dikenal sebagai hewan yang berani mengoyak tubuh singa dan buaya sampai mati untuk menyelamatkan anak-anak mereka.

Sebenarnya kumpulan kerbau Afrika ini cukup demokratis lho. Betinanya akan membuat keputusan ke arah mana mereka akan bergerak dan dimana mereka harus beristirahat. Walaupun begitu, sangat disarankan untuk menjaga jarak saat berada di habitat mereka. Tercatat, sekitar 200 orang mati karena ditanduk kerbau ini di Afrika setiap tahunnya. Bahkan, kerbau Afrika yang terluka akan tetap menyerang saat diganggu. Fakta tersebut membuat kerbau Afrika mendapat reputasi yang menakutkan di kalangan pemburu.

 

2. Sea Wasp/ Tawon Laut (Australia Utara dan Asia Pasifik)

Source: https://unsplash.com/@billy_huy

Sea wasp atau tawon laut sebenarnya merupakan salah satu spesies ubur-ubur kotak yang mendiami wilayah laut Australia Utara dan perairan sepanjang Papua Nugini sampai Filipina dan Vietnam. Sebenarnya, beberapa spesies ubur-ubur kotak gak berbahaya. Tapi, gak dengan yang satu ini. Hewan dengan nama latin Chironex fleckeri ini adalah makhluk yang paling mematikan di lautan sana.

Sayangnya, ubur-ubur ini transparan dan gak begitu terlihat saat di air. Apalagi, mereka lebih aktif di siang hari. Sengatan tawon laut bisa sangat menyakitkan walaupun jarang berakibat fatal. Bahkan, sebagian besar insiden akibat hewan ini relative kecil meski mereka punya bisa yang bisa membunuh 60 orang dewasa. Bisa kebayang kan kalo lagi kena apesnya?

Ada baiknya meminta saran masyarakat sekitar sebelum memutuskan berenang di wilayah-wilayah tawon laut. Tapi, kalo udah terlanjur terkena sengatannya, tuangkan cuka untuk pertolongan pertama. Asam akan menghentikan racunnya menyebar ke tubuh lo.

 

3. Daboia Russelii / Russell’s Viper (India dan Asia Tenggara)

Source: http://www.tontantravel.com/

Ular Rusell atau dikenal dengan nama Daboia adalah tipe ular penyergap yang bersembunyi dan menunggu mangsa mendekatinya. Walaupun relative jinak, ular jenis ini dianggap paling mematikan di Asia dilihat dari jumlah korbannya. Apalagi, mereka senang berada di pemukiman warga karena mereka menyukai tikus. Di Vietnam aja, Russell's viper bertanggung jawab terhadap 90% kematian akibat gigitan ular.

Saat merasa terancam, mereka akan mengeluarkan suara desisan yang menakutkan lalu menyerang dalam jarak 1 meter. Mereka punya kemampuan untuk mengangkat sebagian tubuh mereka saat menyerang. Tanpa pertolongan pertama, gigitan ular rusell bisa menyebabkan pembengkakan, perdarahan berlebihan, muntah dan nekrosis, diantara gejala-gejala tersebut, kematian terjadi karena adanya gagal ginjal, pernapasan atau gagal jantung.

 

4. Pufferfish/ Ikan Buntal (Jepang)

Source: https://www.travelawaits.com/2300001/the-10-most-dangerous-animals-for-travelers/?utm_source=zergnet.com&utm_medium=referral&utm_campaign=zergnet_3231728

Ikan buntal bisa ditemukan di seluruh perairan tropis dunia. Tapi, ikan buntal Cuma mungkin membunuh lo di Jepang, saat mereka dalam keadaan mati.

Ikan buntal adalah bahan makanan yang lezat di Jepang. Biasanya ikan ini dibuat sup (chiri) atau dimakan dalam keadaan mentah (sashimi). Dalam bentuk sashimi, ikan buntal (atau fugu dalam bahasa Jepang) sering menyebabkan keadaan mabuk ringan, mulut mati rasa, dan membuat kepala pening. Dalam bentuk chiri, kalo ikan buntal gak diolah dengan benar, bisa berakibat fatal.

Ikan Buntal mengandung sejumlah besar tetrodotoxin dalam dosis yang cukup untuk melumpuhkan otot-otot lo, termasuk diafragma, sementara bisa buat lo tetap sadar tapi gak bisa bernapas. Jadi, kalo lo pergi ke Jepang dan ada yang menawari hidangan ikan fugu, pastikan diolah dengan benar.

 

5. Lalat Tsetse (Afrika)

Source: https://www.flickr.com/photos/oregonstateuniversity/10040375154

Lalat biasa mungkin Cuma menjadi gangguan kecil, tapi enggak dengan lalat tsetse. Sama seperti nyamuk, lalat tsetse suka menghisap darah mamalia. Mereka inilah yang bertanggungjawab pada penyebaran penyakit tidur Afrika atau African Sleeping Sickness ke daerah pedesaan.

African Sleeping Sickness gak langsung menunjukkan gejala yang membahayakan dalam beberapa minggu awal setelah terjangkit. Gejala awalnya ringan, seperti sakit kepala dan demam. Pada tahap selanjutnya, penderita akan merasa kebingungan, disorientasi, dan kalo gak segera diobati bisa menyebabkan koma, bahkan kematian.

Kabar baiknya, dalam tahun-tahun terakhir, pengidap penyakit ini udah menurun drastis dari 34.000 pertahun pada 1990 menjadi 3.500 pertahun sekarang. Tapi tetep ya harus melakukan pencegahan dengan menggunakan lengan panjang dan membawa anti serangga kemana-mana.

 

6. Laba-laba Pengembara Brazil (Amerika Selatan)

Source: https://www.travelawaits.com/2300001/the-10-most-dangerous-animals-for-travelers/?utm_source=zergnet.com&utm_medium=referral&utm_campaign=zergnet_3231728

Seperti namanya, laba-laba jenis ini suka mengembara, dari mulai di hutan yang jauh dari pemukiman warga, dekat dengan kebun pisang, sampai tempat-tempat gelap di rumah penduduk Amerika Selatan.

Saat berada di area pemukiman inilah mereka menjadi berbahaya. Laba-laba pengembara Brazil ini punya racun yang bernama neurotoxin cukup tinggi yang bisa melumpuhkan otot, menyebabkan masalah pernapasan, bahkan impotensi jangka panjang pada pria.

Walaupun nama mereka ada embel-embel Brazil, tapi peredaran mereka lebih dari situ. Mereka menyebar di wilayah Amerika Selatan di timur Andes dan sepanjang utara Costa Rica.

 

7. Blue-Ring Octopus (Pasifik dan Samudra Hindia)

Source: https://www.travelawaits.com/2300001/the-10-most-dangerous-animals-for-travelers/?utm_source=zergnet.com&utm_medium=referral&utm_campaign=zergnet_3231728

Binatang kecil ini mungkin gak lebih dari 8 inci, tapi mereka bisa membunuh kalian dalam  keadaan terancam. Dengan motif cincin bitu di tubuhnya, gurita jenis ini emang menarik, tapi jangan sekali-kali menyentuhnya. Mereka punya racun mematikan yang bisa membunuh 26 orang dewasa dalam hitungan menit.

Blue-Ring Octopus punya habitat di Samudra Hindia dan Pasifik. Jadi, kemungkinan besar kalian akan bertemu mereka saat snorkeling di wilayah tersebut. Gurita ini emang hanya akan menyerang saat merasa terancam, tapi dengan sifatnya yang sensitif, ada baiknya jaga jarak. Tapi kalo terlanjur diserang, usahakan segera ke permukaan dan minta bantuan segera.

 

 

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...