Atur Keuangan Keluarga Dengan Cara Para Istri di Jepang

Source: http://jpninfo.com/11414

Jepang, dengan standar biaya hidup yang tinggi membuat masyarakatnya harus benar-benar dengan baik dapat mengatur keuangan mereka. Sama dengan masyarakat lainnya, di Jepang pasangan suami istri juga bekerja sama dalam mengatur keuangan keluarga. Tapi, gimana cara sang istri dalam membantu suaminya?

1. Membuat daftar belanja

Source: https://www.kiplinger.com/article/spending/T065-C000-S002-time-to-stock-up-at-the-grocery-store.html

Belanja bulanan jadi hal wajib buat seorang istri maupun. Biasanya para istri di Jepang setelah membagi pendapatan sang suami akan membuat daftar belanja secara detail. Mereka mengurutkan daftar belanja berdasarkan tingkatan keperluannya. Misalnya kalo semua daftar belanja yang paling penting udah terpenuhi, baru mereka beralih ke daftar belanja yang lumayan penting, misalnya seperti peralatan dapur, perabotan rumah lainnya dan masih banyak lagi. Hebatnya sebagian besar para istri atau ibu rumah tangga di Jepang gak akan masuk ke pasar atau pusat perbelanjaan modern tanpa bawa catatan mereka. Jadi bisa menghindari pembelian-pembelian yang gak diperlukan atau gak ada di daftar.

 

2. Membawa botol air minum sendiri

Source: https://id.pinterest.com/pin/304063412339346259/?lp=true

Mungkin kalo di negara-negara lain bawa botol air minum jadi kebiasaan anak kecil atau anak sekolah. Tapi hal tersebut berlaku untuk siapa aja termasuk ibu rumah tangga di Jepang. Banyak istri Jepang dengan giat menyuruh anak-anaknya atau bahkan suaminya untuk membawa botol air minum, jadi bisa mengirit pengeluaraan biaya air minum, langkah ini juga bisa mengurangi sampah plastik yang ada di Jepang.

 

3. Koleksi yang bisa dijual

Source: https://www.nytimes.com/2017/11/30/world/asia/japan-lonely-deaths-the-end.html

Kebanyakan masyarakat Jepang punya budaya mengoleksi barang berharga. Hal ini ternyata juga banyak dilakukan oleh para ibu rumah tangga tapi beda dari para pengoleksi lainnya, para istri ini rela kalo barang-barang koleksinya ini dijual lagi demi menghasilkan uang. Hal ini didasari oleh pola pikir perempuan Jepang yang suka melepaskan barang-barang lama untuk mendapatkan barang-barang yang baru.

 

4. Wajib menabung uang koin

Source: https://nypost.com/2017/11/29/the-genius-japanese-money-saving-idea-you-should-try/

Uang koin mungkin keliatan sepele, tapi di Jepang adanya uang koin bisa jadi berharga dan bahkan uang-uang koin sering digunakan untuk keperluaan lain seperti menyumbangkannya ke kuil saat hari Tahun Baru. Para istri orang Jepang gak ada yang sembarangan dalam menyimpan koin-koin mereka, semuanya akan dimasukan kedalam celengan dan dompet bukan tempat yang tepat menurut mereka untuk menyimpan uang-uang koin ini.

 

5. Komitmen untuk menabung

Source: https://www.cosmo.ph/lifestyle/career-money/save-more-money-this-year-with-this-japanese-secret-sa1016-20180127-src-sp

Para ibu rumah tangga di Jepang punya komitmen menabung yang tinggi. Biasanya kalo mereka ingin beli produk dengan harga tertentu, mereka akan mulai menabung dalam jumlah tertentu yang udah ditentukan dan selesai tepat dalam beberapa periode yang udah direncanakan. Sebagai contoh misalnya seorang ibu rumah tangga Jepang ingin beli peralatan memasak yang harganya 10.000 yen maka dia menabung 2000 yen setiap minggu dan menetapkan dalam 5 minggu barang tersebut udah bisa dibeli.

 

6. Harga dan kualitas

Source: http://japankuru.pixnet.net/blog/post/

Mungkin kalau yang ini setiap ibu rumah tangga di negara-negara lain juga sering melakukannya. Tapi biasanya sebagian besar ibu-ibu terlalu fokus pada merk yang terkenal jadi akan terus membeli produk-produk dari merk tersebut. Di Jepang ibu-ibu gak terlalu mementingkan merk tapi melihat dari nominal harganya. Dalam kata lain mereka gak mendewakan merk tertentu.

 

7. Uang tunai untuk sehari-hari

Source: https://www.videoblocks.com/video/cashiers-desk-and-computer-cashier-calculate-total-price-grocery-shop-oe-fjck

Mungkin banyak ditampilkan dalam film-film saat ibu rumah tangga yang males pegang duit cash untuk berbelanja dan cenderung membayarnya menggunakan debit atau kartu kredit. Tapi hal tersebut gak berlaku untuk sebagian besar istri-istri di Jepang. Mereka selalu menarik tunai uang pendapatan mereka sebagian supaya bisa melakukan perhitungan dan pembagian untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...