Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Arti Istilah pada Label Kosmetik yang Mungkin Belum Kamu Tau

Novi Tri Handayani Mar 6, 2019 6:30 AM
Jeli memilih kosmetik adalah langkah bijak agar aman dalam menggunakannya. Beberapa pemberitaan tentang kosmetik berbahaya selain tidak tercantumnya label pada kemasan

Jeli memilih kosmetik adalah langkah bijak agar aman dalam menggunakannya. Beberapa pemberitaan tentang kosmetik berbahaya selain tidak tercantumnya label pada kemasan, juga karena konsumen seringkali tidak memahami betul maksud dari istilah label yang tertera. 

Berikut beberapa istilah-istilah pada label kosmetik yang mungkin aja kamu belum tau selama ini!


1. Alcohol Free


Alcohol Free

Source: www.putrinuzulil.com

Ada beberapa perusahaan kosmetik yang menggunakan alkohol pada produknya untuk membantu membuat kulit kering.


Ada beberapa perusahaan kosmetik yang menggunakan alkohol pada produknya untuk membantu membuat kulit kering. Ethyl Alcohol adalah jenis alkohol yang sebaiknya dihindari. Namun, meski beberapa kosmetik memasang label alcohol free, mereka bisa saja menggunakan jenis alkohol lain, seperti cetyl, stearyl, cetearyl, atau lanolin alcohol, jenis-jenis ini dikenal juga dengan fatty alcohol yang efek pada kulitnya berbeda dengan ethyl alcohol. Sementara itu, isopropyl alcohol, yang sering kali dicap sebagai zat yang membuat kulit kering, sudah sangat jarang sekali digunakan pada produk kosmetik.


 2. Cruelty-free atau Not Tested on Animals


Cruelty-free atau Not Tested on Animals

Source: www.talkativetya.com


Meski pernyataan ini mengiplikasikan bahwa produk tersebut belum dites pada hewan, namun ada zat yang terkandung di dalamnya telah diuji cobakan pada hewan. Coba cari kata “no new testing” atau “not currently tested”.

Baca Juga: Waspada Ladies! Bahan Kosmetik Ini Sangat Berbahaya Untuk Kulit


3. Hypoallergenic


 Hypoallergenic

Source: www.asibayi.com

 

Produk-produk semacam ini diklaim oleh perusahaan pembuatnya sebagai produk yang tak mencetuskan reaksi alergi dibandingan kebanyakan produk kosmetik lainnya. Namun, belum ada standar federal atau definisi dari mana pun bahwa produk yang dilabeli kata tersebut benar- benar tidak menimbulkan iritasi terhadap kulis sensitif dari kosmetik lainnya.


4. Noncomedogenic


Noncomedogenic

Source: journal.sociolla.com

Ini mengartikan bahwa isi kandungan dari kosmetik ini tidak mengandung bahan yang bisa menutup pori-pori yang menjadi penyebab jerawat ataupun komedo.

Baca Juga: Mulai Sekarang Hindari Body Lotion dengan Kandungan Ini Supaya Gak Kena Kanker!


6. Ingredients

 Ingredients

Source: www.wanista.com

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengharuskan semua produk kosmetik Amerika mencantumkan label “Ingredients” pada setiap produk.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat mengharuskan semua produk kosmetik Amerika mencantumkan label “Ingredients” pada setiap produk kosmetik yang mereka produksi. Label ini biasanya diikuti dengan tulisan “for professional use only” yang menandakan bahwa hanya para ahli yang diperbolehkan menggunakan bahan-bahan yang tertera pada label. Ingredients ini akan berisi bahan-bahan kimia yang dikandung kimia tertinggi hingga kandungan kimia terendah.



7. Shelf-life (expiration date)


Shelf-life (expiration date)

Source: jakarta.tribunnews.com

Pemakaian produk dapat menyebabkan risiko kesehatan secara langsung ketika sudah melewati tanggal yang tercantum.


Label ini menunjukan batas waktu yang dapat digunakan untuk bisa menggunakan produk kosmetik. Pemakaian produk dapat menyebabkan risiko kesehatan secara langsung ketika sudah melewati tanggal yang tercantum. Hindari menyimpan produk kosmetik di tempat yang lembab dan hangat seperti kamar mandi. Hal ini akan membuat produk lebih cepat kadaluwarsa.

Baca Juga: Kulitmu Menggambarkan Kesehatanmu, Ini Tanda yang Ditunjukkannya!