Halo guys, siapa yang tadi malam nonton debat kedua Pilpres 2019? Bagi yang nonton kalian pasti tau dong salah satu bahasan yang seru dan jadi bahan omongan di sosial media adalah tentang startup unicorn.

Pembahasan tentang topik tersebut muncul ketika capres nomor 01, Joko Widodo, bertanya kepada capres nomor 02, Prabowo Subianto, soal perusahan startup unicorn-unicorn yang ada di Indonesia.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan lawannya itu, Prabowo malah terkesan sedikit kebingungan dalam menjabarkan definisi unicorn itu sendiri. “Yang Bapak maksud unicorn maksudnya apa itu yang online-online itu ya?” jawab Prabowo. Pernyataan itu pun langsung mendapat berbagai tanggapan dari netizen.

Baca Juga: Setuju Gak Kalau 5 Pertanyaan Ini Seharusnya Diajukan di Debat Capres 2019?


Apa Benar Unicorn Itu yang “Online-online itu”?Source: www.merdeka.com
Salah satu bahasan yang menarik dalam debat Capres kedua adalah perbincangan mengenai startup unicorn.


Tapi sepertinya bukan Prabowo saja yang kebingungan dengan istilah unicorn. Apakah benar hanya sekedar perusahaan yang bergerak di bidang digital (online) saja seperti yang diungkapkan Prabowo?

Biasanya, ketika mendengar kata “unicorn” dipikiran kita langsung tergambar seekor kuda berwarna putih yang memiliki tanduk di dahinya. Kamu bisa coba googling kalau penasaran bentuknya unicorn dan kamu bakal menemukan gambar kuda putih yang memiliki tanduk, rambut berwarna ungu dan bermata biru. Gemas deh pokoknya.

Lalu apa hubungannya ya kuda gemas nan lucu ini sama bahasan debat capres?

Baca Juga: 5 Jenis Netizen yang Muncul Kalau Ada Debat Pilpres

Apa Benar Unicorn Itu yang “Online-online itu”?Source: mktoolboxsuite.com
"Unicorn" merupakan julukan bagi perusahaan startup.


Eh tapi sebelum lebih jauh ngomongin unicorn, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu tentang apa sih yang dimaksud dari istilah perusahaan startup itu.

Startup merupakan sebuah perusahaan rintisan atau bisa dipahami sebagai perusahaan yang baru saja berdiri dan belum lama beroperasi. Sebagai perusahaan yang baru berdiri, startup-startup ini mengandalkan pendanaan dari perusahaan-perusahaan besar sebagai modal mereka untuk melaju dan mengembangkan bisnisnya. Biasanya, semakin besar pendanaan yang didapat suatu startup akan meningkatkan pula valuasi dari startup tersebut.

Nah isitilah unicorn sendiri biasanya disematkan kepada perusahaan rintisan (startup) milik swasta yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat. Aileen Lee, seorang pemodal dan investor asal Amerika lah yang mencetuskan julukan tersebut.

Baca Juga: Daftar Pemimpin Negara yang Dianggap Bermasalah Oleh Publik

Di Indonesia sudah banyak startup yang mampu meraih “gelar” unicorn, yaitu ada GO-JEK, , Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka. Keempat perusahaan itu menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil startup unicorn terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

Selain unicron ada pula perusahaan-perusahaan yang memiliki julukan lain, yaitu decacorn dan hectocorn. Hmm apaan lagi tuh?

Berbeda dengan unicorn, decacorn dalam dunia keuangan, adalah perusahaan dengan valuasi mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat, sementara hectocorn memiliki valuasi sebesar 100 miliar dolar Amerika Serikat. Sejauh ini, telah ada 15 perusahaan dunia yang ‘naik kelas’ dari tingkatan unicorn ke level decacorn.