Anak gunung dan anak pantai pastinya memiliki argumennya masing-masing untuk membuktikan siapa yang paling hebat. Sebetulnya sih, ini bukan soal hebat atau nggak. Karena di antara gunung dan pantai yang memiliki keadaan alam yang berbeda, pasti memiliki penikmatnya masing-masing. Kalau kalian lebih memilih tim yang mana nih, jadi anak gunung atau anak pantai?

Sebelumnya kalian tahu gak nih? Sebuah hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Research in Personality mengatakan, pemilihan lokasi baik itu gunung atau pantai ternyata dapat menggambarkan kepribadian seseorang loh. Seseorang yang ekstrovert cenderung lebih menyukai pantai, sedangkan yang memiliki kepribadian introvert lebih memilih gunung dibanding pantai.

Satu hal yang pasti dari keduanya, baik itu anak gunung atau anak pantai biasanya sama-sama memiliki satu persamaan, yaitu memilki kesadaran untuk menjaga alam, baik itu dengan ikut menjaga kebersihan maupun kelestarian. Karena jika kalian tidak memiliki kesadaran berpikir seperti itu, mendingan jangan pernah ngaku-ngaku deh kalau kalian anak gunung atau anak pantai. Lalu apa sih hal yang membedakan di antara keduanya? Simak ulasannya berikut ini dulu dong!

 

1. Menu Makanan

 

Perbedaan antara anak gunung dengan anak pantai terlihat dari menu makanan yang mereka makan, umumnya anak gunung akan lebih memilih menu makanan berupa sayur-sayuran, selain lebih mudah ditemukan di gunung, sayuran juga membuat pencernaan tubuh lebih baik, supaya gak sakit perut (kan repot kalau lagi naik gunung tetiba kebelet atau perut mules). Nah kalau anak pantai beda lagi, mereka cenderung memilih menu makanan dengan bahan dasar ikan (ya karena ikan lebih gampang ditemui di daerah pantai) ditambah lagi dengan sajian kelapa muda. Hmmm… kebayang gak sih nikmatnya?

 

2. Pemanfaatan Waktu

 

Dibanding anak gunung, anak pantai cenderung lebih santai dalam pemanfaatan waktu, seolah dunia hanya milik mereka saja. Kalau anak gunung, segala sesuatu harus sesuai jadwal. Hal ini dikarenakan anak gunung harus memperhitungkan waktu, kapan mereka harus mendirikan tenda, kapan harus memulai kembali melakukan perjalanan, kapan waktu yang tepat untuk istirahat, hingga kapan waktu untuk tidur. Semua harus terjadwal, inilah yang membuat anak gunung umumnya memiliki kepribadian lebih dapat menghargai waktu.

 

3. Rute Jalan

 

Anak gunung memiliki rute perjalanan yang lebih menantang, mereka harus memasuki hutan belantara, bahkan terkadang harus menyebrangi sungai dan naik turun bukit berulang kali sebelum berhasil mencapai puncak. Lain halnya dengan anak pantai, mereka cenderung berjalan bertelanjang kaki menyusuri garis pantai dan sesekali menapaki kaki mereka di gulungan ombak yang membuat kaki terasa sejuk.

 

4. Ritual Wajib

 

Anak gunung maupun anak pantai, pasti memiliki ritual wajib. Apakah itu? Sebenarnya keduanya memiliki kesamaan, yaitu menatap matahari. Namun yang membedakan adalah, anak gunung lebih suka memandang dan menikmati sunrise. Hal inilah yang membuat anak gunung harus bangun tepat waktu untuk melanjutkan perjalanan ke puncak gunung sebelum matahari terbit. Lain halnya dengan anak pantai, mereka lebih memilih menikmati sunset di sore hari.

 

5. Gaya Foto

 

Rasanya itu kurang sah kalau pergi kemanapun tapi gak foto-foto, apalagi di zaman media sosial seperti saat ini, pamer berbagi pengalaman melalui foto di media sosial merupakan satu hal yang wajib dilakukan. Nah, kalau anak gunung itu umumnya memiliki gaya foto berdiri di puncak gunung sambil memegang atau mengibarkan bendera merah putih. Anak pantai lain lagi nih, mereka umumnya memfoto kaki mereka yang berlumuran pasir pantai dengan latar belakang pasir pantai dan air laut, lengkap dengan gulungan ombaknya.

 

Meski keduanya memiliki perbedaan, pergi ke gunung atau pantai tentunya sama-sama asik dengan pengalaman seru yang berbeda. Kalau kalian, sudah tahu belum nih mau masuk ke tim yang mana? Tim anak gunung atau anak pantai? Sharing pendapat kalian di kolom komentar!