Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

Ada 5 Jenis Infeksi yang Bisa Menyerang Pusar Kamu, Waspada!

Nurus Sobah Mar 5, 2019 8:45 AM
Bersihkan pusar supaya gak kena infeksi!

Semua lubang yang ada di tubuh kamu bisa mengalami infeksi, begitu juga dengan pusar. Pusar punya banyak lipatan yang memungkinkan untuk penumpukan sel kulit mati, keringat, dan berbagai mikroorganisme. Selain itu, orang sering lalai membersihkan pusar dengan baik.

Seperti area tubuh Kamu lainnya, pusar Kamu secara alami mengandung bakteri dan jamur. Kalo Kamu gak membersihkan pusar secara teratur, mikroorganisme bisa berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Berikut adalah lima infeksi pusar yang bisa Kamu alami beserta gejalanya.


1. Infeksi Staph


Infeksi bakteri staph bisa jadi sangat menular dan menyebabkan impetigo

Source: wonderopolis.org

Bakteri Staphylococcus aureus sering jadi penyebab infeksi pusar.


Secara teknis, segala jenis bakteri bisa menyebabkan infeksi pusar. Tapi, bakteri Staphylococcus aureus sering jadi penyebab infeksi pusar. Infeksi bakteri staph bisa jadi sangat menular dan menyebabkan impetigo. Impetigo sendiri ada dua jenis, yang pertama adalah Impetigo non-bulosa yang bisa menyebabkan gejala seperti luka gatal yang berbentuk lepuhan-lepuhan berisi nanah dan mudah pecah. Saat pecah, lepuhan tersebut berubah jadi luka kemerahan atau dengan bercak kekuningan. Lalu ada impetigo bulosa, yang bisa menyebabkan lepuh berisi cairan. Saat lepuhan pecah, akan meninggalkan luka berkerak. Infeksi kulit Staph juga bisa menyebabkan abses, benjolan berisi nanah yang terletak di bawah kulit.

Baca Juga: Sering Lupa Membersihkan Bekas Kencing di Kamar Mandi? Hati-Hati, Bisa Bahaya Lho

Kalo kamu mengalami gejala-gejala tersebut, cobalah hubungi dokter untuk memastikannya. Dokter bisa mencoba menentukan jenis bakteri apa yang menyebabkan masalah di pusar kamu, kemudian menawarkan perawatan seperti antibiotik untuk membantu penyembuhannya.


2. Infeksi Strep


Streptococcus juga bisa menyebabkan selulitis

Source: nutritiouslife.com

Bakteri Streptococcus menyebabkan ruam yang menyakitkan, merah, nyeri, dan bengkak.


Bakteri Streptococcus adalah penyebab umum lainnya dari infeksi kulit secara keseluruhan dan infeksi pusar khususnya. Seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus bisa menyebabkan impetigo. Streptococcus juga bisa menyebabkan selulitis, yang biasanya terjadi saat bakteri streptokokus Grup A masuk ke tubuh Kamu melalui celah di kulit Kamu seperti luka.

Selulitis bisa menyebabkan ruam yang menyakitkan, merah, nyeri, dan bengkak yang mungkin melepuh dan berkeropeng. Selulitis juga bisa menyebar melewati kulit Kamu dan mempengaruhi jaringan di bawahnya, sehingga Kamu mungkin mengalami demam, kedinginan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Kalo Kamu melihat gejala-gejala semacam ini, kunjungi dokter secepatnya!

Baca Juga: Mulai Sekarang Hindari Body Lotion dengan Kandungan Ini Supaya Gak Kena Kanker!


3. Infeksi Jamur


Terjadi saat Candida (ragi) yang biasanya hidup di kulit Kamu tumbuh di luar kendali

Source: www.rd.com

Infeksi jamur juga bisa menyerang pusarmu.


Ternyata, bukan cuma vagina yang bisa terkena infeksi jamur. Jenis infeksi ini juga bisa menyerang mulut, tenggorokan, kerongkongan, dan pusar Kamu.

Istilah medis untuk infeksi jamur ini adalah kandidiasis. Itu terjadi saat Candida (ragi) yang biasanya hidup di kulit Kamu tumbuh di luar kendali. Kalo pusar kamu mengalami infeksi jamur, Kamu biasanya akan mengalami ruam merah, kulit bersisik, gatal, dan sensai terbakar di area pusar.

Kalo Kamu cukup yakin mengalami infeksi jamur di pusar, temui dokter segera! Mereka bisa merekomendasikan perawatan anti-jamur untuk membantu membersihkannya.


4. Kista Epidermoid yang Terinfeksi


Kista epidermoid adalah benjolan non-kanker yang bisa muncul cukup banyak di mana aja pada kulit Kamu, termasuk pusar Kamu

Source: www.philly.com

Kista epidermoid adalah benjolan non-kanker yang bisa muncul cukup banyak di mana aja pada kulit Kamu, termasuk pusar .


Kista epidermoid adalah benjolan non-kanker yang bisa muncul cukup banyak di mana aja pada kulit Kamu, termasuk pusar Kamu. Kebanyakan kista epidermoid terbentuk dari sel-sel ini yang bergerak masuk ke dalam kulit dan malah menggandakan diri, bukan mengelupas. Ini bisa terjadi saat kulit Kamu sangat teriritasi atau terluka. Kista epidermoid biasanya gak berbahaya. Tapi kadang-kadang kista ini bisa pecah dan terinfeksi.

Kalo Kamu punya kista epidermoid tersembunyi di pusar kamu yang terinfeksi, kista itu mungkin akan terlihat merah, terasa sakit, dan mengeluarkan cairan berwarna kuning atau hijau. Jangan sampai meremas kista kamu. Itu bisa menyebabkan jaringan parut dan infeksi lebih lanjut. Sebaliknya, temui dokter kulit. Mereka akan mengeringkan atau mengeluarkan kista dan bisa meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi kalo perlu.

Baca Juga: Kalau Kamu Mengalami 6 Hal Ini, Tandanya Kamu Butuh “Me Time”


5. Kista Sebaceous yang Terinfeksi


Kalo kista sebaceous Kamu terinfeksi, itu bisa menyebabkan kemerahan, terasa panas, dan mengeluarkan bau seperti keju

Source: www.huffingtonpost.ca

Kista Sebaceous bisa menyebabkan kemerahan, terasa panas, dan mengeluarkan bau seperti keju.


Kista sebaceous sangat mirip dengan kista epidermoid. Bedanya, kista sebaceous terjadi karena kelenjar minyak atau folikel rambut yang tersumbat. Seperti kista epidermoid, kista sebaceous cuma benjolan yang jarang menyebabkan masalah. Tapi kalo kista sebaceous Kamu terinfeksi, itu bisa menyebabkan kemerahan, terasa panas, dan mengeluarkan bau seperti keju.

Kalo Kamu punya kista sebaceous yang terinfeksi, dokter kulit bisa mengeringkan, mengeluarkannya, dan menawarkan obat-obatan untuk membersihkan infeksi dari tubuh Kamu kalo perlu.

Baca Juga: Ini Tips Buat Kamu Agar Badan Tetap Fit Menghadapi Cuaca yang Gak Menentu!


Gimana Cara Mencegah Infeksi-infeksi Tersebut?


Kamu harus membersihkannya secara menyeluruh

Source: abcnews.com


Walaupun pusar kamu dibersihkan secara teratur, itu gak menjamin kamu terbebas dari infeksi pusar. Yang terpenting adalah, kamu harus membersihkannya secara menyeluruh, gunakan sabun dan air biasa. Cuma perlu beberapa detik kok.