Banyak tempat yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengidentifikasi 878 Situs Warisan Dunia di seluruh dunia, banyak di antaranya mungkin belum pernah Kamu dengar.

Tujuh Situs Warisan Dunia UNESCO berikut ini mungkin gak populer, tapi punya nilai universal yang luar biasa dan pasti patut dikunjungi.


1. Kota Kuno Bosra


Teater Romawi Bosra dikatakan sebagai teater Romawi terbesar, terlengkap, dan paling terpelihara di seluruh Timur Tengah

Source: www.arabianbusiness.com

Kota Kuno Bosra pernah menjadi ibu kota provinsi Romawi di Arab.


Pernah jadi ibu kota provinsi Romawi di Arab, Kota Kuno Bosra sebelumnya jadi persinggahan penting dalam rute karavan ke Mekah, menurut UNESCO. Sebuah kota kecil Suriah yang terletak cuma sekitar 30 mil dari perbatasan Yordania dan 60 mil dari Damaskus, Bosra adalah Situs Warisan Dunia UNESCO yang kurang dikenal dan merupakan representasi langka dari arsitektur Romawi dan Kristen awal di Suriah. Teater Romawi Bosra dikatakan sebagai teater Romawi terbesar, terlengkap, dan paling terpelihara di seluruh Timur Tengah.


2. Gunung Emei


Area Pemandangan Gunung Emei adalah salah satu dari Empat Gunung Buddha Suci Cina

Source: www.sichuantravelguide.com

Gunung Emei merupakan sebuah situs menakjubkan yang terdapat monumen paling luar biasa, yaitu Buddha Raksasa Leshan setinggi 232 kaki.


Sebuah situs menakjubkan yang akan membawamu sedikit keluar dari jalan setapak, Gunung Emei terletak di dalam Provinsi Sichuan di Tiongkok dan merupakan rumah bagi kuil Budha pertama di negara ini, dibangun pada abad ke-1 M.

Area Pemandangan Gunung Emei adalah salah satu dari Empat Gunung Buddha Suci Cina, dengan monumen paling luar biasa adalah Buddha Raksasa Leshan. Berdiri setinggi 232 kaki, Buddha Raksasa Leshan adalah struktur Buddha tertinggi di dunia. Gunung Emei sendiri terkenal akan vegetasinya yang kaya, dengan beberapa pohonnya yang berumur lebih dari 1.000 tahun. Vegetasi wilayah ini berkisar dari hutan pinus subtropis sampai subalpine.

Baca Juga: Wajib Kunjungi 5 Tempat Ini Kalau Kalian ke Banyuwangi


3. Taman Nasional Pulau Cocos


Taman nasional ini diperuntukan untuk hewan laut seperti hiu, pari, dan lumba-lumba

Source: www.crsurfzone.com

Taman Nasional Pulau Cocos dikenal karena kondisi bawah lautnya yang luar biasa indah.


Dikenal karena kondisi bawah lautnya yang luar biasa, taman nasional ini diperuntukan untuk hewan laut seperti hiu, pari, dan lumba-lumba. Taman Nasional Pulau Cocos terletak gak jauh dari pantai Kosta Rika di Samudra Pasifik. Pulau Cocos terkenal karena merupakan salah satu perairan tropis laut terbaik yang terpelihara di seluruh dunia.

Pulau Cocos berdiri sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena jadi satu-satunya pulau dengan hutan hujan tropis di Pasifik timur yang tropis, namun pulau itu masih agak gak dikenal dibandingkan dengan daerah UNESCO lainnya. Daerah sekitar Taman Nasional Pulau Cocos dipenuhi dengan pegunungan berhutan, sungai, air terjun, estuari, tebing, pantai berpasir dan berbatu, serta teluk yang luas.


4. Surtsey


Surtsey adalah pulau baru yang dibentuk oleh letusan gunung berapi yang terjadi antara tahun 1963 dan 1967

Source: www.cruisemapper.com

Sebagai sebuah negara, Islandia punya salah satu pemandangan paling unik di planet ini, yaitu Surtsey.


Sebagai sebuah negara, Islandia punya salah satu pemandangan paling unik di planet ini, yaitu Surtsey. Surtsey adalah pulau baru yang dibentuk oleh letusan gunung berapi yang terjadi antara tahun 1963 dan 1967, terletak sekitar 20 mil dari pantai selatan Islandia, bagian dari wilayah paling selatan negara itu.

Surtsey telah dilindungi dengan hati-hati sejak kelahirannya, dan pada 2008, 69 spesies tanaman telah ditemukan di pulau itu, dimana 30 di antaranya telah tumbuh. Ini adalah tahun yang sama saat UNESCO mengakui pulau vulkanik karena memegang nilai ilmiah yang besar dengan menganggapnya sebagai Situs Warisan Dunia.

Baca Juga: 7 Canyon Paling Eksotis di Dunia, Ada dari Indonesia Juga Loh!


5. Chan Chan Archaeological Zone


Perencanaan kota Chan Chan adalah yang terbesar di Amerika pra-Kolombia

Source: www.blinktravel.guide

Chan Chan Archaeological Zone pernah jadi ibu kota Kerajaan Chimu, sebuah peradaban yang memerintah pantai utara Peru.


Kota pra-Kolombia dan situs arkeologi, Chan Chan Archaeological Zone pernah jadi ibu kota Kerajaan Chimu, sebuah peradaban yang memerintah pantai utara Peru dari sekitar 850 hingga 1470. Menurut UNESCO, perencanaan kota Chan Chan adalah yang terbesar di Amerika pra-Kolombia, yang mencerminkan strategi politik dan sosial yang ketat. Pembangunan Chan Chan berbeda dengan sembilan istana kota yang membentuk berbagai daerah otonom.


6. Cagar Alam Tsingy de Bemaraha


Menampilkan ngarai Sungai Manambolo yang luar biasa, bukit-bukit yang bergelombang, dan puncak-puncak yang tinggi

Source: exploringtourism.com


Cagar alam unik yang terletak di dekat pantai barat Madagaskar di Distrik Antsalova, Cagar Alam Tsingy de Bemaraha terdiri dari bentang alam karst dan dataran tinggi kapur yang tampak menjulang ke atas dari bumi seperti jarum tajam dan mematikan.

Situs Warisan Dunia UNESCO yang kurang dikenal ini menampilkan ngarai Sungai Manambolo yang luar biasa, bukit-bukit yang bergelombang, dan puncak-puncak yang tinggi. Lemur dan burung langka dan terancam punah jadi habitat hutan tak tersentuh cagar, rawa bakau, dan danau. Kata 'tsingy' diduga berasal dari kata lokal yang berarti "daerah di mana seseorang gak bisa berjalan tanpa alas kaki."

Baca Juga: Hindari 5 Hal Ini Kalau Gak Mau Mood Kamu Rusak Saat Travelling!


7. Te Wahipounamu


Sebuah taman nasional menakjubkan yang ditandai dengan fjord yang luas, tebing yang menjulang, pantai berbatu, danau yang jernih, dan air terjun yang mengalir

Source: theworld-travel.blogspot.com

Menurut UNESCO, lebih dari setengah taman Te Wahipounamu ditutupi dengan beech selatan dan podocarps, beberapa di antaranya berusia lebih dari 800 tahun.


Te Wahipounamu terletak di barat daya Selandia Baru, sebuah taman nasional menakjubkan yang ditandai dengan fjord yang luas, tebing yang menjulang, pantai berbatu, danau yang jernih, dan air terjun yang mengalir.

Menurut UNESCO, lebih dari setengah taman ditutupi dengan beech selatan dan podocarps, beberapa di antaranya berusia lebih dari 800 tahun. Taman ini juga dikenal sebagai rumah bagi kea, satu-satunya burung nuri alpine di dunia, bersama dengan takahe, burung besar yang gak bisa terbang yang terancam punah.

Baca Juga: Bikin Gemes, Ini 7 Kafe Lucu Di Seoul yang Instagramable Banget!