Setiap kali Kamu bepergian ke negara lain, kamu harus mrnghormati aturan disana. Terutama saat Kamu mengunjungi negara-negara yang kurang menjunjung tinggi kebebasan berbicara. Perilaku yang buruk, melakukan protes, demonstrasi, atau bahkan perdebatan pribadi yang memanas akan membuat Kamu bermasalah dengan tuan rumah atau dengan pemerintah negara tersebut.

Berikut adalah 7 negara di mana Kamu bisa menghadapi dampak serius karena menghina pimpinan mereka.


1. Arab Saudi


Pemerintah Saudi meningkatkan hukuman bagi siapa pun yang berani berbicara buruk tentang Raja

Source: vestnikkavkaza.net

Sebagai bagian dari tahap baru undang-undang anti-terorisme,  pemerintah Saudi meningkatkan hukuman 5 hingga 10 tahun penjara jika menghina Raha atau Putra Mahkota.


Sebagai bagian dari tahap baru undang-undang anti-terorisme, pada tahun 2014, pemerintah Saudi meningkatkan hukuman bagi siapa pun yang berani berbicara buruk tentang Raja atau Putra Mahkota di depan umum. Pelanggaran itu bisa menjerat Kamu 5 hingga 10 tahun penjara. Dalam beberapa kasus, hukumannya bisa jadi lebih kejam dari hukuman mati.

Gak jelas seberapa serius pemerintah akan berusaha untuk menegakkan undang-undang ini pada orang asing, tapi mereka cukup ketat dalam menerapkannya pada rakyat mereka sendiri. contohnya, pada tahun 2015, seorang penulis terkemuka Saudi ditangkap karena dianggap menghina mantan Raja.


2. Thailand


Satu orang bisa didenda sekitar 190 juta rupiah dan dipenjara selama 86 hari di penjara karena mengolok-olok anjing milik Raja di Facebook

Source: www.croda.com

Thailand memiliki undang-undang paling ketat, terlebih jika menghina anggota kerajaan, bisa membuat si penghina dipenjara hingga 15 tahun.


Negara ini punya undang-undang macam ini yang paling ketat di dunia. Menghina Raja, Ratu, Bupati, atau pewaris takhta bisa membuat kamu di penjara selama 3 hingga 15 tahun. Dan juga dikenakan denda yang gak sedikit.

Parahnya lagi, gak ada definisi yang jelas atau detail tentang apa yang disebut penghinaan, sehingga kata itu bisa diartikan seluas yang diinginkan Raja. Dalam beberapa tahun terakhir, penegakan hukum semakin ketat. Satu orang bisa didenda sekitar 190 juta rupiah dan dipenjara selama 86 hari di penjara karena mengolok-olok anjing milik Raja di Facebook. Pada tahun 2014, pemerintah Thailand menyatakan bahwa komedian John Oliver adalah ancaman terhadap monarki. Oliver mendapat perhatian pemerintah setelah mengolok-olok Putra Mahkota.

Baca Juga: Jelajahi Tradisi Jepang yang Memukau di Tohoku, Wilayah Paling Utara dari Jepang


3. Spanyol


Hukum melarang siapa pun merendahkan atau merusak reputasi Raja atau anggota keluarga kerajaan lainnya

Source: thecrazytourist.com

Merendahkan atau merusak reputasi Raja atau anggota keluarga kerajaan lainnya, bisa membawa hukuman hingga dua tahun penjara.


Yang ini mungkin sedikit mengejutkan kamu, tapi Spanyol emang masih punya seorang Raja (Felipe VI). Raja Spanyol masih jadi panglima tertinggi angkatan bersenjata dan perwakilan tertinggi negara itu sendiri, melambangkan kedaulatan, dan martabat Spanyol. Karena itu, hukum melarang siapa pun merendahkan atau merusak reputasi Raja atau anggota keluarga kerajaan lainnya. Pelanggaran bisa membawa hukuman hingga dua tahun penjara. Tapi, pada bulan Maret 2018, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa memutuskan bahwa membakar gambar Raja dan Ratu adalah kebebasan berbicara.


4. Swiss


Mereka punya hukum yang sangat ketat dalam melindungi kepala negara dan pejabat dari teguran publik

Source: welcome-swiss.com

Swiss emang gak punya raja, tapi mereka punya hukum yang sangat ketat dalam melindungi kepala negara dan pejabat dari teguran publik.


Swiss emang gak punya raja, tapi mereka punya hukum yang sangat ketat dalam melindungi kepala negara dan pejabat dari teguran publik. Menurut Pasal 296 KUHP Swiss, "Setiap orang yang secara terang-terangan menghina negara asing dalam diri kepala negara ... dikenakan hukuman penjara yang gak melebihi tiga tahun atau hukuman moneter."

Baca Juga: Selain Korea Utara, Inilah 5 Negara Paling Sulit Untuk Dikunjungi Turis!


5. Belanda


Memfitnah raja Belanda secara teknis bisa membuat Kamu mendapatkan hukuman hingga 5 tahun penjara dan / atau denda USD $ 20.000

Source: urbanmatter.com

Memfitnah raja Belanda secara teknis bisa membuatmu mendapatkan hukuman hingga 5 tahun penjara dan / atau denda USD $ 20.000.


Belanda mempertahankan keluarga kerajaannya (yang diakui cukup baik hati), bersama dengan undang-undang yang berasal dari abad ke-19 yang secara khusus melarang pencemaran nama baik yang diarahkan pada raja Belanda. Memfitnah raja Belanda secara teknis bisa membuatmu mendapatkan hukuman hingga 5 tahun penjara dan / atau denda USD $ 20.000.

Dalam praktiknya, ketidaksukaan publik pada aturan semacam ini telah membuat undang-undang ini gak terlalu ketat. Walaupun gitu, dalam jangka waktu tahun 2000 sampai 2012, 18 orang telah dituntut atas kesalahan ini. Berita baiknya adalah, Partai D66 telah berjanji untuk membatalkan aturan ini.


6. Kuwait


Aturan juga berlaku bagi pendatang asing

Source: gulfnews.com

Undang-undang yang bisa menjerat mereka yang menghina pejabat Kuwait juga berlaku bagi para pendatang.


Kamu mungkin berasumsi bahwa semua undang-undang semacam ini cuma berlaku untuk penduduk negara yang bersangkutan. Tapi itu gak bener. Pada tahun 2009, seorang wanita Australia berselisih dengan pejabat imigrasi Kuwait mengenai status anggota keluarganya. Dia kemudian diselidiki karena menghina Emir Kuwait, dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara atas tuduhan itu. Pemerintah Australia menolak untuk campur tangan, mengingatkan warganya bahwa mereka harus mematuhi undang-undang asing saat mereka bepergian.

Baca Juga: Kota-kota Paling Berbahaya yang Sebaiknya Kamu Hindari Saat Traveling


7. Maroko


Maroko menanggapi dengan sangat serius ucapan-ucapan yang mungkin menyinggung pribadi rajanya

Source: www.vjv.com

Maroko melakukan reformasi ke undang-undang mereka perihal hukuman penjara bagi warga yang mengatakan hal-hal yang mungkin melukai perasaan Raja.


Raja Mohammed VI dari Maroko menanggapi dengan sangat serius ucapan-ucapan yang mungkin menyinggung pribadi rajanya. Tapi, pada 2017, Maroko melakukan reformasi ke undang-undang mereka perihal hukuman penjara bagi warga yang mengatakan hal-hal yang mungkin melukai perasaan Raja.

Pada 2012, seorang berumur 24 tahun bernama Abdessamad Haydour dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena mengkritik Raja dalam percakapan yang gak dia sadari direkam.

Kembali pada 2008, pengadilan benar-benar menjatuhkan hukuman yang sama kepada seorang pria berusia 95 tahun di kursi roda karena diduga menghina Raja. Pria itu meninggal 5 bulan dalam hukumannya.

Baca Juga: Inilah Daftar 7 Negara dengan Tarif Parkir Termahal di Dunia, Bikin Kantongmu Jebol!