Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

5 Penyebab Foto Orang Zaman Dulu Gak Pernah Kelihatan Senyum

Novi Tri Handayani Dec 7, 2018 3:00 AM
alasan foto jadul gak ada yang tersenyum.

Pernahkah kalian melihat foto orang pada zaman dahulu? Baik itu berfoto sendirian, atau bersama-sama pasti ada satu kesamaan. Mereka nyaris gak pernah kelihatan senyum dalam kondisi apapun. Ekspersi wajah mereka terlihat datar, lain halnya dengan orang-orang di zaman sekarang yang kalau foto pasti ekspresi wajahnya senyum, bahkan aneh-aneh. Kira-kira kenapa ya?

Tentu kalian pasti banyak yang bertanya-tanya apa yang melatarbelakangi hal tersebut. Sebab, di zaman sekarang foto itu mudah sekali diambil dan kita kerap memamerkan senyuman kepada siapa saja di media social demi bisa mendapatkan like dan comment. Nah inilah alasan kenapa orang di zaman dahulu itu gak pernah kelihatan senyum ketika di foto.

 

1. Aturan Kecantikan

Source: www.wikipedia.org
Di era Victoria, tersenyum ketika difoto dianggap gak sopan karena dianggap gak berpendidikan.

Pada era Victoria yaitu tahun 1837 hingga 1901, aturan etiket dan kecantikan berbeda dengan hari ini. Pada masa itu, mulut mungil yang terkatup rapat adalah hal yang dianggap pantas. Senyuman hanya ditemui pada anak-anak, orang miskin yang enggak berpendidikan, dan para pemabuk.

 

2. Efek Kamera Jadul 

Source: www.gandjart.blogspot.com
Teknologi kamera yang ada pada zaman dulu membuat durasi memfoto mmenjadi lama, akbiatnya orang pada zaman itu kesulitan menahan ekspresi senyum.

Hilangnya senyum dari muka orang zaman dahulu juga diakibatkan oleh efek lamanya waktu yang diperlukan oleh kamera kuno untuk mengambil foto. Pada 1837, Louis Jacques Mande Daguerre yang berkebangsaan Prancis menemukan teknik fotografi yang ia namakan Daguerreotype. Dua tahun kemudian, ia memperkenalkan format fotografi baru, yang memungkinkan pengambilan gambar berlangsung sekitar 60 hingga 90 detik. Tetap saja melelahkan untuk menahan pose tawa selama itu.

Karena biaya mahal yang harus dikeluarkan, bisa jadi orang hanya berkesempatan untuk berfoto sekali seumur hidup, pada acara besar bersama keluarga. Pemotetran dilakukan di dalam studio, mengeliminasi kemungkinan difotonya orang-orang tak berpunya. Namun pada 1843, industri potret daguerreotype telah berevolusi dengan cepat. Walau masih mahal, orang mengantre untuk menjadi abadi dalam foto potret.

Baca Juga: Meski Berguna, 5 Teknologi Ini Ternyata Berbahaya Bagi Manusia

 

3. Mitos Yang Dipercaya

Source: www.metromerauke.com
Pada zaman dulu orang-orang Eropa percaya kalau difoto akan mengurangi umur mereka, karena itulah mereka enggan tersenyum saat difoto. 

Alasan lainnya kenapa orang zaman dulu itu gak pernah kelihatan senyum ketika difoto adalah karena beberapa negara di Eropa menganggap kalau berfoto dapat mengurangi usia. Mitos menyeramkan tersebut rupanya sudah terlanjur dipercaya banyak orang kala itu. Alhasil tak sedikit orang juga enggan diambil gambarnya karena takut cepat mati. Jadinya ketika mereka difoto, ekspresi mereka kelihatan seperti cemas.

 

4. Alasan Kesehatan 

Source: www.inovasee.com
Alasan kesehatan menjadi penyebab orang-orang zaman dulu lebih memilih menutup rapat mulut mereka dibanding tersenyum memperlihatkan gigi mereka.

Hal lain yang menjadi alasan gak terlihatnya gigi dalam foto orang-orang pada era Victoria adalah masalah kesehatan mereka. Pada masa itu, gigi yang rusak hanya bisa dicabut. Enggak ada gigi patah yang bisa diperbaiki atau ditambal. Jadi mulut yang tertutup bisa jadi dinilai lebih menarik dibandingkan memperlihatkan gigi yang rusak atau terlihat ompong.

Baca Juga: Tokoh Terkenal Yang MUNGKIN Gak Pernah Benar-Benar Ada

 

5. Etika Yang Berlaku 

Source: www.papasemar.com
Orang zaman dahulu menganggap fotografi seperti seni lukis, dan tersenyum saat difoto berarti gak menghormati karya seni.

Bagi Masyarakat Indonesia, senyum adalah salah satu tanda keramahan. Namun bagi para bangsawan pada zaman dahulu, tersenyum adalah sesuatu yang sangat gak pantas dan dianggap gak sopan. Christina Kotchemidova, seorang professor yang memperlajari kebudayaan dan komunikasi. Ia menyebutkan, ada alasan yang lebih dalam tentang adanya alasan orang-orang zaman dahulu itu gak tersenyum kalau berfoto.

Bagi orang-orang zaman dahulu, fotografi itu sama saja dengan seni lukis, bentuk seni yang harus dikerjakan secara serius dan tidak boleh tersenyum karena dianggap sama saja seperti meledek karya seni. Oleh karena itu, Fotografer studio kelas atas pada masa itu akan menciptakan gambar yang elegan dan dan mengarahkan subjek tentang bagaimana berperilaku dan menghasilkan ekspresi yang tenang, datar dan tanpa senyum.