Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

5 Pembalap MotoGp Yang Tewas Dalam Lintasan Balap

Iman Widimulya Jun 27, 2019 3:21 AM
Pembalap professional MotoGp yang berakhir di arena balap miliknya

Ajang MotoGP memang sangat menarik ditonton. Beberapa nama besar yang menghiasi papan peserta balapan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Namun berpacu dalam kecepatan tinggi untuk motor tetaplah memiliki resiko kecelakaan yang tak kecil. Dalam sejarah MotoGP sudah banyak pembalap yang tewas karena kecelakaan ketika sedang beraksi di sirkuit. berikut ini adalah daftarnya.

1. Daijiro Kato

Daijiro Kato

Source: www.motogp.com

Kato jatuh saat dia kehilangan kendali atas sepeda motornya, ia menghembuskan napas terakhirnya


Daijiro Kato lahir pada 4 Juli 1976  adalah pembalap jalan raya mobil Grand Prix Jepang, juara dunia 250cc 2001, dan pemenang Suzuka 8 Hours tahun 2000 dan 2002. Pada tanggal 6 April 2003, pada balapan pertama musim MotoGP di Grand Prix Jepang, yang diadakan di Sirkuit Suzuka, Kato jatuh saat dia kehilangan kendali atas sepeda motornya, yang mengakibatkan dia keluar dari lintasan balap.

Awalnya dia dan motornya menabrak ban penghalang, diikuti oleh penghalang busa. Kato terluka parah saat kepalanya menyentuh tepi penghalang busa, melepuh sendi antara dasar tengkorak dan tulang belakang leher rahim. Karena luka tersebut ia menghembuskan napas terakhirnya.

2. Marco Simoncelli

Marco Simoncelli

Source: motorek.wordpress.com

Helm Simoncelli sempat terlepas saat insiden kecelakaan tersebut


Pada tahun 2011 lalu, dunia MotoGP berduka dengan meninggalnya pembalap asal Italia, Marco Simoncelli. Pembalap yang dikenal sangat berani dalam mengambil resiko ini akhirnya meninggal setelah mengalamai kecelakaan di sirkuit Sepang, Malaysia.

Kala itu, pembalap berambut kribo ini tengah berpacu dengan Alvaro. Alvaro berhasil melewati tikungan, sementara Simoncelli tak berhasil melewati tikungan dan akhirnya motor Honda yang ditungganginya goyang hingga akhirnya terjatuh.

Di belakang Simoncelli sudah ada Valentino Rossi dan Colin Edward dan langsung menghantamnya. Bahkan helm balap Simoncelli sempat lepas saat tabrakan itu. Pembalap berjuluk 'SuperSic' ini akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit.

3. Luis Salom

Luis Salom

Source: edition.cnn.com

Mengalami cedera serius usai menabrak dinding pembatas yang membuatnya meninggal dunia


Pada 3 Juni 2016 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, pembalap Moto2, Luis Salom tewas secara tragis di Sirkuit Katalunya, Montmelo Barcelona. Pembalap SAG Racing Team tersebut tidak dapat mengontrol motornya saat melibas tikungan ke-12. Ini membuat sesi latihan bebas untuk Moto2 terhenti.

Dia mengalami cedera serius usai menabrak dinding pembatas. Kepala tim medis Dr. Angel Charte mengatakan, sebelum menabrak dinding pembatas, Salom sudah mengalami serangan jantung. Hal itu yang membuatnya tidak bisa mengendalikan motor.

Salom meninggal dunia saat usianya masih 24 tahun. Tempat Salom terjatuh merupakan tikungan kedua terakhir Sirkuit Catalunya untuk balapan motor. Karena meninggalnya Salom ini, pembalap Yamaha Valentino Rossi pun berdamai dengan Marc Marquez. Dia menilai banyak hal lebih penting di luar balapan.

4. Shoya Tomizawa

Shoya Tomizawa

Source: www.flickr.com

Kecelakaan tunggal, apesnya tubuhnya tertabrak oleh pembalap lainnya


Kecelakaan fatal juga menimpa Shonya Tomizawa pada ajang balap Moto2. Shoya yang saat itu berumur 19 tahun meregang nyawa dalam balapan Moto2 di Sirkuit Misano, San Marino, pada 2010 lalu.

Shonya mengalami kecelakaan tunggal yang membuatnya terjatuh. Tapi, tanpa sengaja di belakangnya sudah menanti Alex De angelis dan Scoot Redding. Pada kecepatan 230 km/jam, tubuh Tomizawa dihantam motor Alex dan Scott hingga kedua pembalap tersebut mental ke udara.

Nasib baik masih berpihak pada Alex dan Scoot yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Sementara Tomizawa mengalami pendarahan hebat di lambung dan tulang iganya remuk. Cedera itulah yang mengakibatkan kerusakan fatal. Dua jam usai kecelakaan, dunia mendapatkan kabar nyawa Shoya Tomizawa tidak tertolong.

5. Ivan Palazzese

Ivan Palazzese

Source: deskgram.net

Meninggal akibat tidak adanya dokter saat insiden naas itu


Ivan Palazzese mengalami kecelakaan hingga akhirnya meregang nyawa pada tahun 1989 di GP Hockenheim. Kala itu Ivan mengalam kendala pada mesin motornya. Kerusakan mesin pada motornya membuat Ivan terjatuh yang kebetulan berdekatan dengan pembalap lainnya, yaitu Andreas Preining. Tabrakan pun terjadi.

Saat Ivan Palazzese berusaha untuk bangkit, tiba-tiba ada motor lain yang menabraknya dalam kecepatan tinggi. Pada saat kecelakaan terjadi tidak ada dokter yang menolongnya. Pertolongan justru datang dari salah satu pembalap Vergio Ferrari yang menghentikan motornya dan berupaya untuk menolong Palazzese.

Sayang, nyawanya tak tertolong dan dia meninggal di tempat kejadian karena cedera yang dialaminya cukup parah.