Kimchi ini adalah makanan tradisional yang berasal dari negeri Gingseng Korea, ini merupakan salah satu jenis asinan sayur hasil dari fermentasi yang diberi bumbu pedas. Setelah digarami dan dicuci, sayuran dicampur dengan bumbu yang dibuat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan bubuk cabai merah.

Dalam prosesnya, Kimchi dibuat secara tradisional, yaitu dengan dimasukkan ke dalam guci dan disimpan di bawah tanah. Penyimpanan itu ditujukan agar Kimchi tetap dingin selama musim panas dan tidak membeku selama musim dingin.
Bahkan ada Museum Kimchi di Seoul yang telah mencatat ada 187 jenis Kimchi, mulai dari era Dinasti Goryeo hingga Kimchi modern saat ini. Bahan-bahan pembuatan Kimchi dapat diganti atau ditambah tergantung pada jenis Kimchi yang akan dibuat.

Jenis Kimchi ditentukan berdasarkan sayuran dan campuran bumbu yang digunakan untuk memberikan rasa pada Kimchi. Bumbu yang banyak digunakan adalah larutan garam, rempah-rempah, jahe, lobak cincang, bawang putih, saeuweot (saus udang), eongugeot (saus kerang) dan aekjeot (saus ikan).

Perbedaan itu dikarenakan, bahan utama, daerah atau musim. Korea bagian utara dan bagian selatan memiliki perbedaan suhu yang cukup besar. Kimchi yang berasal dari bagian utara Korea cenderung menggunakan garam dan bubuk cabai lebih sedikit dan tidak menggunakan larutan garam. Sedangkan Kimchi dari bagian utara lebih banyak mengandung air.

Yuk, simak 5 jenis kimchi yang bakal gue jelasin, selamat membaca.

1. Tongbaechu Kimchi (Kimchi Sawi Putih).

Tongbaechu kimchi merupakan kimchi yang paling populer di Korea dan paling sering muncul di Drama Korea. Sawi putih yang digunakan tidak dipotong kecil-kecil, melainkan hanya dibagi menjadi 2 bagian. Bumbu-bumbu yang sudah disebutkan tadi dioleskan ke setiap lembaran daun satu per satu. Untuk menambah rasa biasanya ditambahkan irisan lobak, wortel, dan daun bawang. Tongbaechu kimchi harus difermentasi selama 1-3 hari sebelum disajikan.


2. Baechu-kimchi

Biasanya Kimchi disajikan pada musim dingin, Baechu-kimchi merupakan salah satu makan yang sangat populer di musim dingin. Rasa Baechu-kimchi tidak terlalu pedas, namun cukup hambar dilidah. Rempah-rempah dan bumbu kimchi ditambahkan ke sawi putih atau lobak sehingga bumbunya meresap dengan baik.

 

3. Yeolmu kimchi

Warna Kimchi tidak selalu merah dan penuh bubuk cabai, contohnya Yeolmu kimchi. Bisanya kimchi ini sangat populer di musim semi dan panas. meskipun bentuknya tipis dan kecil namun tidak mengurangi kelezatan ketika mencicipi Yeolmu kimchi. Yeolmu kimchi terbuat dari bumbu-bumbu seperti lada merah, merica bubuk, bumbu yang dihaluskan, dll. Biasanya Yeolmu kimchi dihidangkan dengan campuran nasi.

 

4. Kkakdugi kimchi

kkakdugi merupakan kimchi berbahan lobak yang dipotong-potong berbentuk dadu , meskipun lobak tersedia sepanjang tahun namun di musim dingin biasanya lobak memiliki rasa yang lebih manis, itulah mengapa banyak lauk yag diawetkan terbuat dari lobak. Kkakdugi merupakan kimchi yang ditambahkan dengan lobak hjau, daun sawi, daun bawang atau daun kubis sehingga rasanya lebih lezat. Kemudian setelah itu dicampurkan dengan udang fermentasi yang mampu memberikan warna gelap serta aroma yang kuat pada kkakdugi. Sebaiknya mengkonsumsi kkakdugi sesegera mungkin karena akan mudah basi jika disimpan terlalu lama.

 

5. Oi-sobagi (kimchi mentimun)

Yang terakhir adalah kimchi mentimun. Selain berbahan dasar sawi putih dan lobak ada juga kimchi yang terbuat dari mentimun, kimchi ini sering disebutnya dengan nama Oi-sobagi.Oi-sobagi merupakan kimchi populer selama musim semi dan panas. Oi-sobagi memiliki tekstur renyah namun untuk mengolah mentimunnya pun harus berhati-hati seperti, merendam mentimunpadaair garam agar tekstur yang dihasilkan mentimun tidak rusak.