Kata kunci pencarian harus 4 sampai 20 karakter

5 Film Hollywood Paling Gagal Sepanjang Masa

Iman Widimulya May 13, 2019 8:00 AM
Gak semua film Hollywood sukses.

Pamor Hollywood di kancah perfilman udah gak bisa diragukan lagi. Sayangnya, tidak semua film Hollywood mampu meraih kesuksesan. Beberapa film bahkan akhirnya harus gagal dan mengalami kerugian setelah mengeluarkan dana yang gak sedikit dalam pembuatannya. Nama-nama bintang besar yang bermain di dalamnya gak mampu mengangkat pendapatan film-film tersebut, bahkan justru membuat film-film tersebut mengalami kerugian besar.

Film apa aja? Ini dia ulasannya:

1. Hudson Hawk (1991)

hudson Hawk

Source: www.virtual-history.com

Film ini bahkan disebut-sebut sebagai film paling tidak jelas oleh para pengamat film

Bruce Willis terkenal sebagai aktor yang memiliki ego tinggi dalam proses produksi film-filmnya. Sayangnya, tak selamanya ego tingginya tersebut memberikan dampak positif dalam filmnya. Salah satu film yang akhirnya "hancur" karena ego tinggi Bruce Willis adalah Hudson Hawk. Film yang dia produseri dan bintangi sendiri oleh Bruce Willis ini ternyata jeblok di pasaran. Film ini bahkan disebut-sebut sebagai film paling tidak jelas oleh para pengamat film, karena memadukan berbagai unsur, dari mulai action, musical, dan drama dalam porsi yang tidak pas. Total kerugian yang diderita film ini diperkiraakan mencapai Rp 852,2 milyar.


2. Ishtar (1987)

Ishtar

Source: www.ishtarthemovie.com

Publik yang pada awalnya penasaran jadi tidak tertarik lagi pada film ini

Ishtar seharusnya menjadi sebuah film komedi yang luar biasa dengan berlatar belakang gurun pasir. Cerita yang ditampilkan pun gak terlalu buruk, setidaknya masih lebih baik kalo dibandingkan dengan Hudson Hawk. Sayang, Dustin Hoffman, Beatty, dan Elaine May, sebagai trio yang memproduksi film ini, terlalu perfeksionis dalam pengerjaan film ini. Mereka memaksakan ingin syuting di Maroko, agar sensasi padang pasirnya lebih terasa. Akibatnya proses produksi pun berjalan begitu lama sampai bertahun-tahun, sehingga publik yang pada awalnya penasaran jadi tidak tertarik lagi pada film ini. Total kerugian film ini mencapai Rp 875,3 milyar.


3. Around the World in 80 Days (2004)

Around the World in 80 Days

Source: tribunnews.com

Around the World in 80 Days malah merosot di minggu pertama peluncurannya


Ternyata Jackie Chan juga pernah memproduksi film yang gak laku di pasaran. Meski sebagian film Jackie Chan memang selalu tembus box office, baik di negaranya sendiri maupun di Hollywood, sayangnya film Around the World in 80 Days malah merosot di minggu pertama peluncurannya dan akhirnya harus menelan kerugian sebesar Rp 883,3 milyar. Meskipun film ini diwarnai dengan humor khas Jackie Chan yang disukai banyak orang, namun sayang alur cerita yang tidak detail dan terlalu banyak hal gak penting di sana-sini, membuat film ini akhirnya membuat bosan para penontonnya.

4. Gigli (2003)

Gigli

Source: www.wallpapers-cinema.com

Film ini bahkan juga dituding sebagai penyebab merenggangnya hubungan Ben dan Jennifer

Nama besar Jennifer Lopez dan Ben Affleck yang saat itu masih berpacaran ternyata tidak serta-merta membantu penjualan film duet mereka, Gigli. Film ini ternyata justru harus menelan kerugian besar yang mencapai Rp 887 milyar. Alur yang membosankan, script yang berantakan, dan akting yang tanggung dari duo 'Bennifer' menjadi perpaduan yang komplit sehingga membuat film ini jeblok di pasaran. Film ini bahkan juga dituding sebagai penyebab merenggangnya hubungan Ben dan Jennifer, hingga akhirnya mereka pun putus di tengah jalan.

Baca juga: Film Indonesia Paling Sedih, Siapin Tisu Sebelum Nonton!

5. Final Fantasy: The Spirits Within (2001)

Final Fantasy

Source: fanart.tv

Durasi film yang terlalu panjang membuat para penonton memilih untuk memainkan game aslinya saja daripada harus menonton filmnya yang berbelit-belit

Sebagai film yang diadaptasi dari seri video game terkenal, Final Fantasy: The Spirits Within gagal membuat para penggemar game-nya terpesona. Meski sudah memberikan spesial efek yang bagus, tetap saja alur cerita yang payah membuat film ini terpaksa turun dari bioskop dalam waktu kurang dari sebulan di Amerika Serikat. Selain itu, durasi film yang terlalu panjang membuat para penonton memilih untuk memainkan game aslinya saja daripada harus menonton filmnya yang berbelit-belit. Kerugian yang 'diraih' film ini mencapai Rp1,14 triliun.

Baca juga: Tonton Deretan Film Korea Blockbuster Paling Epik Ini!