Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia selalu mencari cara terbaik untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan eksprerimen medis. Sayangnya gak semua eksperimen medis yang memakai manusia sebagai objeknya bisa berhasil.

Contohnya seperti beberapa eksperimen medis yang menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan berikut ini.

1. Pengerasan Kulit

eksperimen medis

Sumber : majalahmisteri

Pada tahun 1960-an, Dr. Albert Kligman melakukan percobaan untuk pengerasan kulit yang bertujuan untuk melindungi tentara dari iritasi kimia. Percobaan tersebut dilakukan terhadap para narapidana yang pada akhirnya mengalami kegagalan dan banyak para narapidana yang mengalami luka bakar parah hingga kulit melepuh.

2. Pneunomia

eksperimen medis

Sumber : rontgenshoot

Dr Walter Jones pada tahun 1840an melakukan percobaan untuk menyembuhkan penyakit pneumonia dengan menyiramkan air panas 4 jam sekali. Percobaan itu dilakukan terhadap budak yang menderita penyakit pneumonia, dan bisa kalian bayangkan sendiri hasilnya bagaimana.

3. Eksperimen Syphilis

eksperimen medis

Sumber : medguidance

Eksperimen gila pada tahun 1946 di Guatemala baru terungkap pada tahun 2010 setelah seorang profesor mempelajari Studi Tuskegee. Pada eksperimen tersebut Para peneliti disebutkan membayar pelacur untuk menyebarkan penyakit kepada tentara, narapidana, dan pasien jiwa sehingga sebanyak 1300 orang terinfeksi penyakit syphilis.

4. Penelitian Tanpa Bius

eksperimen medis

Sumber : GDP News

Dr J. Marion Sims pada tahun 1840an melakukan eksperimen pada fistula vesikovaginal dengan obyek penelitian budak perempuan. Budak tersebut dioperasi hingga 30 kali tanpa obat bius yang pada akhirnya membuahkan hasil pengobatan fistula vesikovaginal.

5. Setrum Otak

eksperimen medis

Sumber : alamystock

Dr. Roberts Bartholow pada tahun 1847 melakukan percobaan untuk mengobati pasiennya yang mengalami kelainan di tengkoraknya dengan mengalirkan arus listrik. Jelas eksperimen tersebut gagal hingga menyebabkan pasiennya koma dan akhirnya meninggal.

Bisa dibayangkan kalo eksperimen gila masih digunakan dokter di jaman sekarang. Untung pengetahuan dan teknologi semakin maju sehingga eksperimen model lama mulai ditinggalkan.