Hai gengs, ngomongin band dan musisi asal Jogjakarta. Emang sih Jogjakarta terkenal akan variasi seni budaya yang cukup melimpah. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya seniman yang berseliweran di kota pelajar. Bicara seni, tentu saja seni musik masuk ke dalam daftar tersebut. Jogja pun dikenal memiliki berbagai musisi yang memiliki kualitas terbaik. Kita tentu tak asing dengan nama-nama KLA Project, Jikustik, Sheila on 7, Seventeen, Shaggydog, the Rain dan lainnya. Mereka semua merupakan musisi asal Jogja. Diantara nama berikut, ada juga beberapa nama yang patut untuk didengarkan. Kebanyakan dari mereka adalah pemain di sirkuit musik independen. Siapa saja mereka?

1. Melancholic B1tch

https://cdn.qubicle.id/

Band ini mungkin bisa dibilang paling underrated dibanding nama lain dibawah. Mengapa? Melbi, begitu band ini biasa disapa, memang memiliki intensitas manggung yang cukup jarang. Hal itu dikarenakan kesibukan pelbagai personilnya di bidang lain. Yang menjadi highlight dari band ini tak lain adalah penggalan lirik yang puitis, musik rock kontemporer yang renyah di telinga serta karisma sang vokalis Ugoran Prasad. Saking tak terdeteksinya, agak sulit menjumpai band ini di kanal youtube. Wew. 

2. Frau

http://4.bp.blogspot.com/

Frau merupakan alter ego dari wanita manis bernama Leilani Hermiasih bersama pianonya yang diberi nama Oscar. Lani, begitu ia biasa disapa, telah mengeluarkan dua album bertajuk ”Starlit Carousel” dan “Happy Coda.” Saat mendengarkan alunan musik Frau, kita diajak untuk mendengarkan komposisi musik khas Eropa yang kaya akan nuansa mewahnya itu. 

3. Festivalist

http://4.bp.blogspot.com/

Band yang awalnya bernama Jenny ini memainkan komposisi Indie Rock sebagai identitas musikal. Dengan nama barunya, band ini berhasil mencuri perhatian pasca meluncurkan album Hits Kitsch. Tak hanya itu, Festivalist memiliki basis massa yang cukup militan. Mereka akan menghingarkan panggung Farid Stevi Asta dan kolega dimanapun band tersebut bermain. 

4. Stars and Rabbit

kompasiana.com

Eks personil Evo, Elda Suryani awalnya banyak membuat lirik berbahasa Inggris pasca tak lagi aktif bermusik. Lirik-lirik tersebut diterjemahkan menjadi kumpulan lagu oleh Adi Widodo. Mereka berdua pun membentuk koletif bernama Stars and Rabbit pada tahun 2011 silam. Saat ini, Stars and Rabbit sudah memiliki cakram padat dalam wudud Constellation yang sarat akan nuansa Indie/dream pop. 

5. Zoo

http://yesnowave.com

Sama seperti Melbi, band ini juga lumayan underrated. Meskipun jarang eksis, karya mereka kerap ditunggu oleh para pecinta music sidestream, khususnya wilayah Jogja dan sekitarnya. Zoo menawarkan musik eksperimental berbalut math rock, nuansa etnik nusantara, pelbagai dengungan syair yang mampu mengangkat bulu kuduk serta elemen seni lainnya dalam setiap aksi panggungnya. Sampai hari ini, Zoo sudah memiliki cakram padat yang dikemas ekslusif dalam wujud “Triologi Peradaban” dan “Prasasti” Tertarik untuk mendengarkan?