15 Ciri Kamu Mengalami Depresi; Jangan takut, Yuk Kita Berbicara Secara Intim Mengenai Depresi

Depresi bisa dialami oleh semua orang. Sayangnya, banyak orang juga yang enggan membicarakannya loh. Lalu ada yang merasa dirinya depresi, padahal mungkin saja engga begitu. Seperti sedih sedikit, lalu merasa kalau dirinya sedang depresi. Sedih itu wajar loh dalam lyfe. Padahal Sedih dan depresi sebenarnya jauh berbeda.

Depresi tidak sesederhana perasaan sedih ataupun stres. Diagnosis depresi harus membutuhkan penanganan khusus dari psikolog atau psikiater profesional. Kamu ga bisa mendiagnosis diri (self-diagnose) depresi, yang kamu harus lakukan pertama kali adalah mengenali tandanya.

Kalau kamu sedih dalam waktu beberapa hari karena masalah pribadi seperti diselingkuhi, ditinggal nikah, gagal ujian dll kemungkinan besar itu bukan depresi. Karena selang beberapa waktu kemudian perasaanmu akan membaik loh :) tapi permasalahan seperti tadi bisa berisiko menjadi depresi jika berlarut-larut.

Ada tulisan di Saintif  mengenai riset-riset di bidang neurosains untuk gangguan mental seperti depresi sebagai bukti fisik sebagai sebuah penyakit yang serius harus ditangani:

Aktivitas otak

Dengan menggunakan perangkat fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) dan PET (Possitron Emission Tomography), kita bisa melihat aktivitas otak seseorang, termasuk aktivitas otak penderita depresi.

Source: Saintif.com

Dari citra hasil scan otak, ada penurunan aktivitas otak di beberapa tempat pada orang yang menderita depresi. Bagian yang menurun adalah bagian yang penting untuk mengatur mood, konsentrasi, proses berpikir, dan mengambil keputusan. Kondisi ini membuat mereka menjadi mudah sensi dan dikelilingi oleh perasaan negatif setiap saat :(

Ketidakseimbangan senyawa kimia di otak

Salah satu senyawa kimia di otak yang berperan untuk mengatur emosi adalah serotonin. Ia bertugas untuk mengatur perasaan senang pada seseorang.

Source: Saintif.com

Sayangnya, pada orang yang depresi, kadar serotonin ini lebih rendah dibanding orang normal. Kondisi ini membuat orang yang depresi cenderung kurang bahagia dan tidak bisa meraih kesenangan dari aktivitas yang ia lakukan, ugh sad :(

 Volume hippocampus yang berkurang

Ketika seseorang sedang stres, tubuh merespon dengan mengeluarkan hormon kortikosteroid, yang berfungsi sebagai regulator sistem tubuh ketika mengalami perubahan. Normalnya, kortikosteroid ini dikeluarkan hanya dalam jangka waktu yang pendek. Tapi, pada orang yang menderita depresi, kortikosteroid ini dikeluarkan secara berlebihan, dan dalam jangka waktu yang panjang akan mempengaruhi ukuran dari hippocampus. Hippocampus adalah bagian dari otak yang berperan untuk memproses ingatan.

Depresi berkepanjangan bisa memperkecil volume hippocampus di otak. Hal ini kemudian menyebabkan penderita menjadi mudah lupa atau ga bisa berkonsentrasi dengan baik.

Source: Saintif.com

Perbandingan volume hippocampus orang normal (atas) dengan orang depresi (bawah)

Perubahan struktur pada otak tersebut membuat orang-orang yang depresi sulit untuk bangkit menjadi normal kembali. Bukannya mereka tidak mau berusaha, tetapi kondisi otak tersebut telah menghambat mereka :(

 

Ngeri kan :( Jangan diremehkan ya mulai dari sekarang.

Nah setelah tahu depresi merupakan hal yang serius dan sangat memengaruhi seluruh aspek kehidupan penderitanya, kamu harus tahu tanda-tanda kalau kamu mengalami depresi atau cuma merasa sedih

1. Saat kamu depresi kamu merasa berat akan hidup dan ingin tetap berada di tempat tidur, sedangkan saat sedih kamu akan terbangun begitu saja

Source: abaforlawstudents.com

 

2. Saat kamu sedih kamu merasakan ledakan emosi seperti marah, kecewa dan menangis. Tapi depresi membuatmu tidak merasakan apa-apa.

Source: liberopensiero.eu

 

3. Saat sedih, kamu tahu penyebab kesedihanmu apa. Sedangkan depresi tidak

Source: peakviewbh.com

 

4. Kamu merasakan kesedihan dalam beberapa hari atau minggu, sedangkan depresi berbulan-bulan, bertahun-tahun atau seperti selama hidupnya

Source: makeameme.org

 

5. Saat sedih, kamu bisa mengatasi kesedihannya dengan curhat dengan sahabatmu, makan es krim, berlibur, berbelanja dll depresi tidak bisa diatasi dengan cara seperti itu loh

Source: boredpanda.com

 

6. Saat depresi kamu merasa stuck, terdiam, tertinggal dan sendirian. Sedangkan merasa sedih kamu akan tetap bisa melanjutkan aktivitas dengan baik

Source: billboard.com

 

7. Saat depresi, kamu akan selalu melempar pertanyaan “kenapa” tentang segalanya

Source: nethserver.org

 

8. Depresi membuatmu merasa tertekan sewaktu-waktu; saat sedih kamu hanya tertekan saat kesedihan itu masih ada saja

Source: arimpi.com

 

9.  Tidak semua penderita depresi berasal dari keluarga atau lingkungan hidup yang sulit. Mungkin saja memiliki orangtua yang pengertian, pekerjaan yang mapan, dikelilingi banyak orang, bahkan banyak prestasi dalam berbagai bidang. Bisa siapa saja. Kesedihan dan depresi ga pilih kasih bukan?

Source: youtube.com

 

10. Depresi membuat kamu lebih gendut atau kurus, tergantung hal apa yang membuatmu ‘mengalihkan’ depresi dengan banyak makan atau sebaliknya; kesedihan tidak membuat perubahan drastis pada berat badanmu.

Source: rebloggy.com

 

11. Lagi-lagi depresi akan membuatmu susah tidur dan sering insomnia; kesedihan mungkin iya, tapi tidak selama kamu mengalami depresi

Source: time.com

 

12. Merasa selalu lelah, ga berenergi walaupun sudah makan; kesedihan membuatmu hal yang sama, tapi tidak seintens penderita depresi

Source: simplehappylife.co.uk

 

13. Konsentrasi? Boro-boro. Dua-duanya membuatmu sulit berpikir jernih

Source: shutterstock.com

 

14. Susah membuat keputusan secara cepat juga :(

Source: 3ammagazine.com

 

15. Puncaknya, bagi penderita depresi akan berpikir tentang kematian atau mencoba bunuh diri :(

Source: drawception.com

 

Kesimpulannya, kesedihan adalah perasaan yang nyata dan penuh proses emosi yang rumit, depresi lebih dari itu.  Bahkan Depresi merupakan suatu keadaan di mana kamu mati rasa dengan luar biasa hebatnya dan  harus butuh penanganan khusus.

 

Jika ada orang terdekat kamu yang depresi, jangan pernah mengatakan, “Aku merasakan kesedihan yang sama seperti kamu rasakan,”

Yang harus kamu lakukan adalah menjadi pendengar dan menemaninya.

 

 

 

Dari 15 tanda sederhana tadi, apa kamu mengalami depresi atau cuma merasa sedih gaes?

 

Mau komen? Klik di Sini Kuy!
Loading ...